Analisis Log dan Incident Response menggunakan Wazuh
- Durasi: 1 Pertemuan (3 x 50 menit)
- Tingkat: Menengah–Lanjut
Capaian Pembelajaran
Setelah menyelesaikan praktikum ini mahasiswa mampu:
- Menjelaskan konsep Security Event, Security Alert, dan Incident Response.
- Mengidentifikasi aktivitas mencurigakan berdasarkan log keamanan.
- Menganalisis alert keamanan menggunakan Wazuh.
- Menelusuri sumber dan kronologi suatu insiden.
- Melakukan tindakan awal untuk mengatasi insiden keamanan.
- Melakukan isolasi sederhana terhadap sumber ancaman.
- Mendokumentasikan hasil investigasi insiden secara sistematis.
Tujuan Praktikum
Mahasiswa mampu menggunakan Wazuh untuk melakukan deteksi → analisis → investigasi → respons awal → dokumentasi terhadap insiden keamanan sederhana pada lingkungan laboratorium.
Dasar Teori
1. Security Event
Security event adalah suatu kejadian yang berhubungan dengan keamanan sistem. Contoh:
- login berhasil,
- login gagal,
- perubahan file,
- perubahan konfigurasi,
- koneksi jaringan,
- instalasi software.
Tidak semua event merupakan serangan.
2. Security Alert
Alert merupakan pemberitahuan mengenai event atau rangkaian event yang dianggap penting atau mencurigakan oleh sistem keamanan. Contoh:
Multiple failed SSH authentication attempts
Alert tersebut belum tentu membuktikan bahwa telah terjadi kompromi. Administrator perlu melakukan investigasi.
3. Log
Log merupakan catatan aktivitas yang dihasilkan oleh sistem, aplikasi, atau perangkat jaringan. Contoh:
SSH authentication failure
Apache access log
Apache error log
System authentication log
Docker log
SafeLine security event
Log menjadi salah satu sumber utama dalam investigasi insiden.
4. Incident Response
Incident Response adalah proses menangani insiden keamanan. Secara sederhana dapat digambarkan: text Preparation → Detection → Analysis → Containment → Eradication → Recovery → Lessons Learned.
5. Timeline Analysis
Investigasi tidak hanya mencari apa yang terjadi, tetapi juga:
- kapan terjadi,
- dari mana berasal,
- akun apa yang digunakan,
- sistem apa yang terdampak,
- tindakan apa yang dilakukan.
Contoh:
10:01:15 Login SSH gagal
10:01:21 Login SSH gagal
10:01:27 Login SSH gagal
10:02:03 Login berhasil
10:03:12 File berubah
Rangkaian event tersebut dapat memberikan indikasi adanya aktivitas mencurigakan.
Peralatan
Hardware/VM
- Windows Host
- Ubuntu Server
- Kali Linux
Software
- Wazuh
- SafeLine
- DVWA
- OpenSSH
- Docker
Topologi
Internet
│
VirtualBox NAT Network
│
┌──────────────────┴──────────────────┐
│ │
Ubuntu Server Kali
192.168.56.10 192.168.56.20
│ │
└──────────────────┬──────────────────┘
│
VirtualBox Host-Only Network
│
Windows Host
192.168.56.1
Pada praktikum ini:
- Kali Linux digunakan sebagai mesin pengujian.
- DVWA digunakan sebagai aplikasi target.
- SafeLine digunakan sebagai lapisan proteksi aplikasi web.
- Wazuh digunakan untuk monitoring dan analisis.
- Ubuntu Server menjadi sumber utama event yang dianalisis.
Langkah Praktikum
A. Verifikasi Lingkungan
Periksa container:
docker ps
Pastikan container yang diperlukan masih berjalan.
Periksa Wazuh:
docker ps | grep wazuh
Periksa SafeLine:
docker ps
Pastikan DVWA dapat diakses dari Windows Host.
B. Mengenali Security Event pada Wazuh
Buka Wazuh Dashboard. Masuk ke bagian event/security events. Amati informasi seperti:
- timestamp,
- agent,
- rule,
- severity,
- source IP,
- username,
- command atau aktivitas terkait.
Pilih minimal lima event dan klasifikasi sebagai:
| Event | Normal/Mencurigakan | Alasan |
|---|---|---|
| Login berhasil | ||
| Login gagal | ||
| Perubahan file | ||
| Aktivitas web | ||
| Perubahan konfigurasi |
C. Simulasi Failed SSH Login
Dari Kali Linux, lakukan percobaan login SSH menggunakan username yang salah. Contoh:
ssh fakeuser@192.168.56.10
Masukkan password yang salah beberapa kali. Amati Wazuh dan catat:
- waktu,
- source IP,
- username,
- jumlah percobaan,
- rule yang muncul,
- severity.
D. Analisis Brute-Force Sederhana
Lakukan beberapa percobaan autentikasi gagal terhadap SSH pada lab yang telah disediakan. Contoh:
ssh operator@192.168.56.10
Masukkan password yang salah beberapa kali, kemudian periksa Wazuh. Tentukan: Apakah rangkaian login gagal tersebut dapat dianggap sebagai indikasi brute-force? Jelaskan berdasarkan bukti log yang ditemukan.
E. Simulasi Perubahan File
Gunakan file yang telah dipersiapkan untuk File Integrity Monitoring.
Misalnya:
echo "modified by student" >> /tmp/uji_keamanan.txt
Kemudian:
cat /tmp/uji_keamanan.txt
Tunggu sampai event diterima Wazuh. Cari event perubahan file, kemudian catat:
- nama file,
- waktu perubahan,
- jenis perubahan,
- user yang melakukan perubahan.
F. Simulasi Serangan Web
Gunakan Kali Linux untuk mengakses DVWA melalui SafeLine. Lakukan pengujian keamanan pada DVWA menggunakan payload sederhana yang telah dipelajari pada Praktium 4.. Contoh kategori:
- SQL Injection
- XSS
Kemudian periksa apakah terdapat event yang relevan pada SafeLine dan/atau Wazuh.
G. Korelasi SafeLine dan Wazuh
Bandingkan dua sumber informasi:
-
SafeLine
Client IPRequestURLAttack TypeActionTimestamp -
Wazuh
TimestampRuleAgentSourceEventSeverity
Buat tabel:
| Waktu | SafeLine | Wazuh | Interpretasi |
|---|---|---|---|
Tujuannya adalah untuk mengetahui konsep event correlation.
H. Investigasi Insiden
Pada pukul 10.15 terjadi beberapa kegagalan login SSH dari alamat IP tertentu. Lima menit kemudian terjadi login berhasil. Setelah itu ditemukan perubahan pada sebuah file sistem.
Carilah event yang berkaitan. Gunakan Wazuh untuk menjawab:
- Kapan percobaan pertama terjadi?
- Berapa kali login gagal?
- Dari IP mana aktivitas berasal?
- Akun apa yang digunakan?
- Apakah terjadi login berhasil?
- File apa yang kemudian berubah?
- Siapa yang melakukan perubahan?
- Apakah terdapat indikasi kompromi?
I. Membuat Timeline Insiden
Susun hasil investigasi menjadi timeline. Contoh:
10:15:01 SSH login gagal
10:15:04 SSH login gagal
10:15:08 SSH login gagal
10:15:14 SSH login berhasil
10:17:32 File berubah
10:18:01 Aktivitas mencurigakan terdeteksi
Kemudian buat kesimpulan:
Berdasarkan rangkaian event tersebut, ...
J. Containment
Setelah ditemukan sumber aktivitas mencurigakan, mahasiswa melakukan tindakan containment sederhana. Contoh:
- memblokir IP sumber menggunakan UFW;
- menonaktifkan akun yang dicurigai;
- menghentikan layanan tertentu jika diperlukan.
Contoh pemblokiran IP pada UFW:
sudo ufw deny from 192.168.56.20
Verifikasi:
sudo ufw status numbered
Perintah containment hanya boleh dilakukan terhadap alamat IP dan akun yang digunakan dalam lingkungan laboratorium. Jangan memblokir IP jaringan kampus, gateway, atau alamat publik yang tidak terkait dengan praktikum.
K. Verifikasi Containment
Setelah aturan firewall diterapkan, lakukan pengujian ulang dari mesin Kali.
Amati:
- apakah koneksi berhasil,
- apakah event baru muncul,
- apakah aktivitas dari sumber tersebut masih terlihat.
Kemudian dokumentasikan perubahan yang dilakukan.
Studi Kasus
Kasus: Dugaan Kompromi Server
Wazuh menunjukkan aktivitas berikut:
08:21:10 Failed SSH login - user admin
08:21:13 Failed SSH login - user admin
08:21:17 Failed SSH login - user admin
08:21:20 Failed SSH login - user admin
08:21:32 Successful SSH login - user admin
08:24:05 File modified - /var/www/html/index.php
08:25:12 New process detected
Pertanyaan
- Event mana yang paling mencurigakan?
- Apa hubungan antara event-event tersebut?
- Apakah terdapat indikasi kompromi?
- Apa bukti yang perlu dikumpulkan?
- Apa tindakan containment yang sebaiknya dilakukan?
- Apa tindakan yang tidak boleh langsung dilakukan sebelum bukti dikumpulkan?
- Bagaimana administrator memastikan bahwa sistem telah kembali aman?
Tugas Praktikum
Tugas 1 — Analisis Alert
Temukan minimal lima security alert/event pada Wazuh.
Dokumentasikan:
- timestamp,
- rule,
- severity,
- source,
- deskripsi,
- interpretasi.
Tugas 2 — Investigasi SSH
Lakukan simulasi failed login SSH.
Buat analisis:
Source
↓
Event
↓
Alert
↓
Analysis
↓
Response
Tugas 3 — File Integrity
Lakukan perubahan terhadap file yang dipantau Wazuh.
Jelaskan:
- perubahan yang dilakukan,
- event yang dihasilkan,
- bagaimana Wazuh mendeteksinya,
- apakah perubahan tersebut merupakan indikasi ancaman.
Tugas 4 — Korelasi SafeLine dan Wazuh
Lakukan satu pengujian terhadap DVWA melalui SafeLine.
Bandingkan informasi yang tersedia pada:
- SafeLine,
- Wazuh.
Jelaskan mengapa administrator sebaiknya menggunakan lebih dari satu sumber informasi dalam investigasi.
Tugas 5 — Incident Response
Berdasarkan kasus yang diberikan dosen, buat Incident Response Report yang minimal memuat:
- Incident ID.
- Waktu kejadian.
- Sumber ancaman.
- Sistem terdampak.
- Indikator kompromi.
- Kronologi.
- Analisis.
- Tindakan containment.
- Dampak.
- Rekomendasi.
Laporan Praktikum
Laporan memuat:
- Tujuan praktikum.
- Dasar teori.
- Topologi.
- Hasil verifikasi Wazuh.
- Analisis security event.
- Hasil simulasi SSH.
- Hasil File Integrity Monitoring.
- Hasil pengujian DVWA/SafeLine.
- Korelasi event.
- Timeline insiden.
- Tindakan containment.
- Analisis studi kasus.
- Incident Response Report.
- Kesimpulan.
Rubrik Penilaian
| Komponen | Bobot |
|---|---|
| Identifikasi dan analisis event | 20% |
| Analisis SSH/security incident | 20% |
| File Integrity Monitoring | 15% |
| Korelasi SafeLine–Wazuh | 15% |
| Incident Response | 20% |
| Laporan | 10% |
| Total | 100% |
Persiapan Praktikum 7
Pada akhir praktikum, pastikan:
- Wazuh berjalan dengan baik.
- Event SSH dapat ditemukan.
- File Integrity Monitoring dapat menghasilkan event.
- Event SafeLine dapat dianalisis.
- Mahasiswa memahami proses deteksi dan respons awal.
- Snapshot VirtualBox dibuat dengan nama
Praktikum-6.
Praktikum berikutnya dapat menggunakan lingkungan yang sama untuk melakukan Vulnerability Assessment dan Security Testing menggunakan Kali Linux, kemudian menghubungkan hasil pengujian dengan mekanisme deteksi SafeLine dan Wazuh.